Sabtu, 16 Maret 2013

SILATURROHIM GURU SDN WONOKUSUMO VI NO 45 SURABAYA


Sudah menjadi agenda tiga bulanan SDN WONOKUSUMO VI/45 mengadakan silaturrohim anjangsana kerumah guru,kali ini kebetulan giliran bu widji astutik yang ketempatan,

padakesempatan kali ini ibu samaniatin selaku kepala SDN Wonokusumo VI/45 menyampaikan pentingnya silaturrohim antara lain :
Silaturahim merupakan salah satu kewajiban bagi setiap pribadi Muslim. Dalam Alquran, Allah menegaskan, “Dan bertakwalah kepada Allah yang kalian saling meminta dengan nama-Nya dan sambunglah tali silaturahim.’ (QS. An-Nisa [4]:1).

“Sebarkanlah salam, sambunglah tali silaturahim, dan shalatlah ketika manusia tidur (tahajud) niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga pemutus tali silaturahim.”

Dalil-dalil di atas menunjukkan arti penting akan kewajiban silaturahim. Sebab, di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan keistimewaan. Di antaranya, pertama, dengan silaturahim, kita bisa saling mengenal antara yang satu dan yang lainnya (QS Al-Hujurat [49]: 13). Dengan silaturahim, kasih sayang dan kerja sama yang positif bisa diwujudkan.

Kedua, dengan silaturahim, persatuan dan kesatuan (ukhuwah Islamiah) akan dapat dibangun. Dengan silaturahim, akan timbul rasa saling membutuhkan, solidaritas, dialog, pengertian, dan menguatkan kerjasama dalam perjuangan yang kokoh.

Rasulullah SAW bersabda, “Tangan Allah berada di atas jamaah.” Dalam hadis lain dikatakan, “Persatuan (al-jamaah) itu rahmat dan perpecahan (al-firqah) adalah azab.”

Berdasarkan hadis di atas, Allah SWT senantiasa akan menolong hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersatu dan menjauhkan diri dari perpecahan.

Hal ini terbukti dalam sejarah Islam ketika umat Islam bersatu, Allah menolong mereka hingga mampu menguasai sejumlah wilayah bahkan mampu menundukkan dua imperium besar, yakni Romawi dan Persia. Sebaliknya, pada saat umat Islam berpecah belah, terjadilah perang saudara dan saling membunuh hingga merusak kekuatan Islam.

Ketiga, dengan silaturahim, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akan mudah diatasi. Baik masalah ekonomi, pendidikan, kebudayaan, maupun lainnya. Keempat, silaturahim juga akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan horizontal yang terjadi di masyarakat.

Sebab, dengan mengedepankan kasih sayang, sikap emosional dalam diri umat yang bisa memicu permusuhan dapat diatasi dengan baik. Dengan demikian, akar persoalan pun akan ditemukan dan bisa diselesaikan dengan damai.

Kelima, dengan silaturahim, berbagai ide-ide dan gagasan yang brilian, inovasi-inovasi, program-program, dan kegiatan-kegiatan yang positif juga bisa diwujudkan.

Ketika umat Islam berkumpul dalam kasih sayang dan semangat kebersamaan, akan muncul ide-ide kreatif dalam memacu umat untuk mencapai kemakmuran bersama. Kondisi ini jauh lebih bermanfaat di bandingkan sendirian. Dan sesungguhnya, kejayaan umat Islam di masa lalu berawal dari silaturahim.

Keenam, dengan silaturahim, akan banyak ilmu pengetahuan yang tersebar. Dengan demikian, akan banyak pula ilmu dan wawasan yang bisa diserap darinya. Dari sini diketahui bahwa silaturahim menjadi media menumbuhkan wawasan persatuan dan kesatuan.

Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk senantiasa menyambung silaturahim demi memperkuat ukhuwah Islamiah (sesama umat Islam), ukhuwah basyariah (kemanusiaan), dan ukhuwah wathaniah (semangat cinta tanah air).




WORKSHOP BEDAH KISI-KISI MAPEL PAI


Jumat, 15 Maret 2013

Unas didepan mata....
untuk menghindari ketidak siapan peserta Unas KKG PAI kecamatan simokerto mengadakan workshop bedah kisi-kisi di SD Al Irsyad Surabaya,acara dibuka oleh bpk Husnul selaku pengawas PAI kecamatan semampir dan workshop dipandu oleh bapak Triyanto,M.Pd dari mapenda kemenag surabaya,banyak ilmu yang kami dapat sehingga tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dan akhirnya acara ditutup dengan pesan teruslah berinovasi dan berkarya menuju guru hebat,guru prestasi!

Minggu, 03 Maret 2013

Senin, 25 Februari 2013

SOSIALISASI LATIHAN TRY OUT

UN adalah hal yang paling menentukan dalam prestasi siswa selama 6 tahun belajar dibangku SD hanya ditentukan hasil UN selama 3 hari ,karena itu demi memaksimalkan hasil yang bagus diperlukan pembimbingan dan latihan secara contunue dan berkelanjutan sehingga siswa siap menghadapi UN dengan siaga.,
selamat berjuang anakku....

GUGAH NURANI INDONESIA


SDN WONOKUSUMO VI/45 SURABAYA hari ini mendapatkan bantuan dari GNI (Gugah nurani Indonesia ) berupa makanan tambahan bagi siswa kurang mampu sebanyak 30 siswa,hal ini bukan kali yang pertama melainkan kelanjutan dari program sebelumnya dimana anak yang kurang mampu  dari siswa SDN WONOKUSUMO VI/45 SURABAYA diberi fasilitas berupa perlengkapan sekolah diantara tas,buku pensil dll .
semoga kedepan tidak hanya GNI yang mau berbagi namun akan ada banyak GNI lain yang ikut berpartisipasi dan berempati pada perkembangan dunia pendidikan masa depan
aamiin..

Minggu, 24 Februari 2013

UPAYA PENINGKATAN KEIMANAN PADA ALLAH SWT MELALUI MANASIK HAJI

Kegiatan manasik haji yang dilakukan siswa SDN WONOKUSUMO VI/45 Surabaya kelas VI ini bertujuan agar anak-anak mendapatkan gambaran secara jelas dan langsung, bentuk dan cara berpakaian, gambaran bentuk Ka’bah, dan cara wukuf, sa’i, thawaf dan jumrah serta suasana dan cara pelaksanaan ibadah haji secara sederhana sesuai dengan kemampuan anak. Yang terpenting adalah melatih kesabaran, kebersamaan, dan kemandirian serta keikhlasan pada anak

Jumat, 22 Februari 2013

DASA DARMA PRAMUKA


 DASA DARMA PRAMUKA
1. Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Sebagai pribadi yang lemah, kita harus menyembah Tuhan YME. Dia adalah pencipta yang ada di bumi dan di langit dan segala makhluk yang terlihat maupun tidak terlihat. Sebagai pribadi lemah dan ciptaan-Nya, kita wajib menjalankan perintah-Nya. Contohnya, sebagai muslim mengerjakan salat lima kali sehari semalam, membaca Alquran, puasa, dan lain-lain
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Selain sebagai makhluk pribadi, kita juga sebagai makhluk sosial. Artinya, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu teman, bergaul, bertetangga. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita memerlukan bantuan orang lain
3. Patriot yang sopan dan ksatria.
Sebagai Pramuka, kita harus berperilaku yang sopan. Tindak-tanduk dalam bersikap dan bertutur kata mesti diperhatikan. Kesopanan melambangkan pribadi seseorang di tengah-tengah pergaulan dalam masyarakat
4. Patuh dan suka.
Dalam situasi dan kegiatan apa pun, anggota Pramuka wajib taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku, dan dalam kegiatan Pramuka selayaknya bermusyawarah dalam mengambil keputusan terbaik dan memuaskan.
5. Rela menolong dan tabah.
Pramuka senantiasa rela dalam menolong tanpa membedakan agama, warna kulit, suku, dan sebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas, tulus, tanpa diembel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan itu seorang anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan, halangan, dan hambatan.
6. Rajin, terampil, dan gembira.
Anggota Pramuka itu harus rajin melakukan sesuatu yang positif. Kegiatan ketika ia berada dalam pembinaan Pramuka harus diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari. Jangan rajin karena waktu penggodokan dalam kegiatan, tetapi harus dibuktikan ketika ia di rumah, di sekolah. Dalam melaksanakan kegiatan itu pun harus dilaksanakan dengan senang dan gembira.
7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
Ada ungkapan yang mengatakan “hemat pangkal kaya”. Betul sekali dengan berhemat,
tidak menghambur-hamburkan uang untuk jajan, tidak berhura-hura untuk kepentingan sesaat merupakan awal menjadi orang kaya. Pramuka harus cermat dalam pengeluaran uang, memprioritaskan apa yang harus dibeli atau didahulukan, dan mana yang tidak perlu janganlah dibeli. Meskipun ia kaya, seorang Pramuka jangan sombong di depan orang lain, jangan angkuh, bersahaja dalam bergaul.
8. Disipilin, berani, dan setia.
Anggota Pramuka harus hidup dengan disiplin, baik dalam waktu belajar di sekolah, bermain, dan sebagainya. Kalau Pramuka seperti itu maka hidup tak akan percuma, tetapi akan berguna dalam mencapai cita-cita. Anggota Pramuka harus berani karena benar, tetapi takut karena salah. Jangan berani karena kesalahan, beranilah karena kebenaran. Pramuka harus setia terhadap janji setianya karena itulah nilai-nilai luhur pribadi manusia.
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Setiap anggota Pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan. Ia harus konsekuen karena ini adalah modal dari kepercayaan terhadap kita.
10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Inilah pribadi manusia yang sejati, bersih pikiran, tidak ada iri dan dengki.
Jika semua anggota Pramuka memahami itu semua, insya Allah ia akan menjadi pribadi yang tangguh, bermanfaat bagi diri sendiri, bangsa, dan negara.