Selasa,16 april 2013,hari ini pak heri guru kelas II, melakukan TFT dihadapan ibu pengawas TK/SD kecamatan Semampir
Senin, 15 April 2013
DOA BERSAMA MENJELANG UNAS 2013
Lebih dari sepuluh ribu pelajar
kelas 6 SD se-Surabaya tumplek bleg memadati Masjid Nasional Al-Akbar
Surabaya kemarin (13/4). Mereka larut dalam acara do’a bersama dan ikrar unas
jujur untuk menyambut unas yang sudah berada di depan mata. Tak sedikit di
antara mereka yang antusias mengikuti acara tersebut, hingga sebagian dari
mereka ada yang meneteskan air mata.
Para pelajar yang mengikuti do’a
bersama itu tidak datang sendiri-sendiri. Tapi, wali murid dan guru pendamping mereka
masing-masing pun ikut serta. Mereka memadati seluruh ruang utama Masjid
Nasional Al-Akbar. Bahkan, puluhan dari mereka yang tidak kebagian tempat, mengikuti
acara di serambi masjid.
Acara yang digelar KKG PAI Kota
Surabaya ini disambut positif dan mendapat dukungan yang luar biasa dari
berbagai pihak, baik dari kalangan pejabat maupun dari kalangan pelajar.
Sehingga diharapkan acara ini menjadi agenda rutin yang harus diselenggarakan
setiap tahunnya.
“Kami sengaja menggelar acara ini
untuk menyiapkan mental siswa-siswi kelas 6. Dengan do’a bersama ini, kami
berharap agar mereka memiliki kesiapan mental. Sehingga ketika menghadapi unas
nanti, mereka tidak nervous dan dapat mengerjakan soal dengan mantap. Hasilnya
pun memuaskan. Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang membantu dan
mendukung acara ini. Mudah-mudahan acara ini dapat digelar setiap tahun dan
menjadi agenda rutin,” kata Zainul Fanani, ketua panitia acara do’a bersama dan
ikrar unas jujur tersebut.
Selain do’a bersama, acara yang
dihadiri Wakil Walikota Surabaya, Drs. Bambang Dwi Hartono, M.Pd. tersebut ada
pembacaan ikrar unas jujur. Ikrar dibacakan oleh perwakilan siswa dan diikuti
oleh seluruh pelajar yang hadir dalam acara do’a bersama. Setelah ikrar,
Bambang D.H. turut menyuntikkan semangat kepada para pelajar Kota Pahlawan.
“Belajarlah kalian dengan sungguh-sungguh dan
jangan lupa juga berdo’a. Hadapilah UNAS dengan persiapan yang matang dan
jangan takut untuk menghadapinya. Lakukan dengan penuh kejujuran. Mudah-mudahan
Surabaya lulus seratus persen dan nilai unasnya bagus-bagus. Tidak hanya bagus,
tetapi juga berprestasi dan menjadi yang terbaik di Jawa Timur maupun tingkat nasional,”
tegas dan do’a Bambang yang disambut kor Amiin dari semua yang hadir
dalam acara do’a bersama. (zainal/red)
Sabtu, 16 Maret 2013
SILATURROHIM GURU SDN WONOKUSUMO VI NO 45 SURABAYA
Sudah menjadi agenda tiga bulanan SDN WONOKUSUMO VI/45 mengadakan silaturrohim anjangsana kerumah guru,kali ini kebetulan giliran bu widji astutik yang ketempatan,
padakesempatan kali ini ibu samaniatin selaku kepala SDN Wonokusumo VI/45 menyampaikan pentingnya silaturrohim antara lain :
Silaturahim merupakan salah satu kewajiban bagi setiap
pribadi Muslim. Dalam Alquran, Allah menegaskan, “Dan bertakwalah kepada Allah
yang kalian saling meminta dengan nama-Nya dan sambunglah tali silaturahim.’
(QS. An-Nisa [4]:1).
“Sebarkanlah salam, sambunglah tali silaturahim, dan shalatlah ketika manusia tidur (tahajud) niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga pemutus tali silaturahim.”
Dalil-dalil di atas menunjukkan arti penting akan kewajiban silaturahim. Sebab, di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan keistimewaan. Di antaranya, pertama, dengan silaturahim, kita bisa saling mengenal antara yang satu dan yang lainnya (QS Al-Hujurat [49]: 13). Dengan silaturahim, kasih sayang dan kerja sama yang positif bisa diwujudkan.
Kedua, dengan silaturahim, persatuan dan kesatuan (ukhuwah Islamiah) akan dapat dibangun. Dengan silaturahim, akan timbul rasa saling membutuhkan, solidaritas, dialog, pengertian, dan menguatkan kerjasama dalam perjuangan yang kokoh.
Rasulullah SAW bersabda, “Tangan Allah berada di atas jamaah.” Dalam hadis lain dikatakan, “Persatuan (al-jamaah) itu rahmat dan perpecahan (al-firqah) adalah azab.”
Berdasarkan hadis di atas, Allah SWT senantiasa akan menolong hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersatu dan menjauhkan diri dari perpecahan.
Hal ini terbukti dalam sejarah Islam ketika umat Islam bersatu, Allah menolong mereka hingga mampu menguasai sejumlah wilayah bahkan mampu menundukkan dua imperium besar, yakni Romawi dan Persia. Sebaliknya, pada saat umat Islam berpecah belah, terjadilah perang saudara dan saling membunuh hingga merusak kekuatan Islam.
Ketiga, dengan silaturahim, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akan mudah diatasi. Baik masalah ekonomi, pendidikan, kebudayaan, maupun lainnya. Keempat, silaturahim juga akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan horizontal yang terjadi di masyarakat.
Sebab, dengan mengedepankan kasih sayang, sikap emosional dalam diri umat yang bisa memicu permusuhan dapat diatasi dengan baik. Dengan demikian, akar persoalan pun akan ditemukan dan bisa diselesaikan dengan damai.
Kelima, dengan silaturahim, berbagai ide-ide dan gagasan yang brilian, inovasi-inovasi, program-program, dan kegiatan-kegiatan yang positif juga bisa diwujudkan.
Ketika umat Islam berkumpul dalam kasih sayang dan semangat kebersamaan, akan muncul ide-ide kreatif dalam memacu umat untuk mencapai kemakmuran bersama. Kondisi ini jauh lebih bermanfaat di bandingkan sendirian. Dan sesungguhnya, kejayaan umat Islam di masa lalu berawal dari silaturahim.
Keenam, dengan silaturahim, akan banyak ilmu pengetahuan yang tersebar. Dengan demikian, akan banyak pula ilmu dan wawasan yang bisa diserap darinya. Dari sini diketahui bahwa silaturahim menjadi media menumbuhkan wawasan persatuan dan kesatuan.
Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk senantiasa menyambung silaturahim demi memperkuat ukhuwah Islamiah (sesama umat Islam), ukhuwah basyariah (kemanusiaan), dan ukhuwah wathaniah (semangat cinta tanah air).
“Sebarkanlah salam, sambunglah tali silaturahim, dan shalatlah ketika manusia tidur (tahajud) niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga pemutus tali silaturahim.”
Dalil-dalil di atas menunjukkan arti penting akan kewajiban silaturahim. Sebab, di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan keistimewaan. Di antaranya, pertama, dengan silaturahim, kita bisa saling mengenal antara yang satu dan yang lainnya (QS Al-Hujurat [49]: 13). Dengan silaturahim, kasih sayang dan kerja sama yang positif bisa diwujudkan.
Kedua, dengan silaturahim, persatuan dan kesatuan (ukhuwah Islamiah) akan dapat dibangun. Dengan silaturahim, akan timbul rasa saling membutuhkan, solidaritas, dialog, pengertian, dan menguatkan kerjasama dalam perjuangan yang kokoh.
Rasulullah SAW bersabda, “Tangan Allah berada di atas jamaah.” Dalam hadis lain dikatakan, “Persatuan (al-jamaah) itu rahmat dan perpecahan (al-firqah) adalah azab.”
Berdasarkan hadis di atas, Allah SWT senantiasa akan menolong hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersatu dan menjauhkan diri dari perpecahan.
Hal ini terbukti dalam sejarah Islam ketika umat Islam bersatu, Allah menolong mereka hingga mampu menguasai sejumlah wilayah bahkan mampu menundukkan dua imperium besar, yakni Romawi dan Persia. Sebaliknya, pada saat umat Islam berpecah belah, terjadilah perang saudara dan saling membunuh hingga merusak kekuatan Islam.
Ketiga, dengan silaturahim, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akan mudah diatasi. Baik masalah ekonomi, pendidikan, kebudayaan, maupun lainnya. Keempat, silaturahim juga akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan horizontal yang terjadi di masyarakat.
Sebab, dengan mengedepankan kasih sayang, sikap emosional dalam diri umat yang bisa memicu permusuhan dapat diatasi dengan baik. Dengan demikian, akar persoalan pun akan ditemukan dan bisa diselesaikan dengan damai.
Kelima, dengan silaturahim, berbagai ide-ide dan gagasan yang brilian, inovasi-inovasi, program-program, dan kegiatan-kegiatan yang positif juga bisa diwujudkan.
Ketika umat Islam berkumpul dalam kasih sayang dan semangat kebersamaan, akan muncul ide-ide kreatif dalam memacu umat untuk mencapai kemakmuran bersama. Kondisi ini jauh lebih bermanfaat di bandingkan sendirian. Dan sesungguhnya, kejayaan umat Islam di masa lalu berawal dari silaturahim.
Keenam, dengan silaturahim, akan banyak ilmu pengetahuan yang tersebar. Dengan demikian, akan banyak pula ilmu dan wawasan yang bisa diserap darinya. Dari sini diketahui bahwa silaturahim menjadi media menumbuhkan wawasan persatuan dan kesatuan.
Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk senantiasa menyambung silaturahim demi memperkuat ukhuwah Islamiah (sesama umat Islam), ukhuwah basyariah (kemanusiaan), dan ukhuwah wathaniah (semangat cinta tanah air).
WORKSHOP BEDAH KISI-KISI MAPEL PAI
Jumat,
15 Maret 2013
Unas didepan mata....
untuk menghindari ketidak siapan peserta Unas KKG PAI kecamatan simokerto mengadakan workshop bedah kisi-kisi di SD Al Irsyad Surabaya,acara dibuka oleh bpk Husnul selaku pengawas PAI kecamatan semampir dan workshop dipandu oleh bapak Triyanto,M.Pd dari mapenda kemenag surabaya,banyak ilmu yang kami dapat sehingga tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dan akhirnya acara ditutup dengan pesan teruslah berinovasi dan berkarya menuju guru hebat,guru prestasi!
untuk menghindari ketidak siapan peserta Unas KKG PAI kecamatan simokerto mengadakan workshop bedah kisi-kisi di SD Al Irsyad Surabaya,acara dibuka oleh bpk Husnul selaku pengawas PAI kecamatan semampir dan workshop dipandu oleh bapak Triyanto,M.Pd dari mapenda kemenag surabaya,banyak ilmu yang kami dapat sehingga tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat dan akhirnya acara ditutup dengan pesan teruslah berinovasi dan berkarya menuju guru hebat,guru prestasi!
Minggu, 03 Maret 2013
Senin, 25 Februari 2013
SOSIALISASI LATIHAN TRY OUT
UN adalah hal yang paling menentukan dalam prestasi siswa selama 6 tahun belajar dibangku SD hanya ditentukan hasil UN selama 3 hari ,karena itu demi memaksimalkan hasil yang bagus diperlukan pembimbingan dan latihan secara contunue dan berkelanjutan sehingga siswa siap menghadapi UN dengan siaga.,
selamat berjuang anakku....
selamat berjuang anakku....
GUGAH NURANI INDONESIA
SDN WONOKUSUMO VI/45 SURABAYA hari ini mendapatkan bantuan dari GNI (Gugah nurani Indonesia ) berupa makanan tambahan bagi siswa kurang mampu sebanyak 30 siswa,hal ini bukan kali yang pertama melainkan kelanjutan dari program sebelumnya dimana anak yang kurang mampu dari siswa SDN WONOKUSUMO VI/45 SURABAYA diberi fasilitas berupa perlengkapan sekolah diantara tas,buku pensil dll .
semoga kedepan tidak hanya GNI yang mau berbagi namun akan ada banyak GNI lain yang ikut berpartisipasi dan berempati pada perkembangan dunia pendidikan masa depan
aamiin..
Langganan:
Postingan (Atom)
